INDONESIAN
in HIS STORY
Lewat
Konferensi Meja Bundar (KMB), Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia
dalam bentuk RIS (Republik Indonesia Serikat). Dengan bentuk negara yang
seperti ini, Belanda masih memiliki peluang untuk menguasai Indonesia. Hal ini
dapat dilihat dari Belanda yang masih menguasai Irian Barat. Hal ini membuat
RIS merasa tidak adil dan bertekad untuk merebut kembali Irian Barat dari
tangan Belanda. Perjuangan perebutan Irian Barat yang dilakukan oleh RIS ini,
kembali menghadirkan konflik dengan Belanda.
Perjuangan
perebutan Irian Barat tersebut dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah
dengan menempuh jalur diplomasi (diskusi). Namun, cara ini sangat sulit
terwujud karena Belanda bersikeras menguasai Irian Barat dan tidak mau melakukan
diskusi dengan RIS. Belanda juga ingin membuat Irian Barat menjadi “Negara Papua”,
agar Belanda bisa dengan mudah menguasai Irian Barat. Hal ini membuat RIS tidak
tinggal diam dan kembali melakukan perjuangan untuk merebut kembali Irian Barat
lewat jalur konfrontasi militer. Melalui jalur ini “Negara Papua” atau yang
sering disebut juga “Negara Boneka Belanda” gagal dibentuk. Karena semua
peristiwa itu, konflik antara RIS dan Belanda semakin menjadi- jadi. Hal ini
membuat PBB tidak tinggal diam. Dengan bantuan Ellsworth Bunker yang dikirim
oleh PBB, rencana Bunker akhirnya disusun. Dengan rencana bunker yang berisi
ketentuan dimana Irian Barat harus diserahkan kembali ke RIS dan PEPERA
(Penentuan Pendapat Rakyat) harus dilaksanakan, maka RIS berhasil merebut Irian
Barat dari tangan Belanda. Setelah Irian Barat kembali ke tangan RIS, RIS
mengubah bentuk negaranya menjadi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
Setelah
berubah menjadi NKRI, Indonesia masih
harus mengalami beberapa konflik akibat pemberontakan yang dilakukan oleh warga
negaranya sendiri. Salah satu pemberontakan yang paling terkenal adalah
pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia). Partai ini memiliki tujuan untuk
mengubah ideologi NKRI menjadi Negara komunis. Banyak pihak yang menolak hal
ini, tapi tidak sedikit juga yang setuju dengan PKI. Hal ini mengakibatkan
terjadinya G30S (Gerakan 30 September) dimana para anggota PKI dan para
jenderal- jenderal TNI AD yang mendukung PKI diculik dan dibunuh secara kejam. Setelah
hal itu, masih ada lagi pemberontakan- pemberontakan di Indonesia yang berhasil
diatasi sehingga NKRI bisa bertahan sampai sekarang.
Semua
perjuangan Bangsa Indonesia yang dahulu itu telah melahirkan Negara Indonesia
yang sekarang ini. Kelahiran Negara Indonesia ini, tidak lahir dari perjuangan
kecil, melainkan lahir dari perjuangan yang sangat besar dan sangat panjang. Kita
tahu bahwa perjuangan melawan penjajah bukanlah perjuangan yang gampang seperti
saat kita bermain PUBG ataupun Free Fire. Hidup dan mati di game bukanlah apa-
apa dibanding hidup dan mati di tengah perperangan yang nyata. Oleh karena itu,
sebagai penerus bangsa yang mengerti susahnya perjuangan para pejuang kita,
kita harus bisa menjaga negara kita, titipan para pejuang kita.
Selain
titipan para pejuang kita, negara Indonesia juga adalah titipan Tuhan YME. Tanpa
Tuhan negara ini tidak mungkin ada. Mulai dari awal, dialah yang menciptaka
bumi, tempat tanah Indonesia ini ada dan dia juga yang mengatur semua
perjuangan- perjuangan yang dilakukan Bangsa Indonesia, sehingga Bangsa Indonesia
dapat mencapai kemerdekaannya. Coba saja kalian bayangkan, bagaimana jika saat
Indonesia dijajah oleh para penjajah, tidak ada rakyat yang mau membela? Bukankah
sampai sekarang Indonesia masih menjadi negara yang terjajah? Tetapi karena
Tuhan selalu menyiapkan rancangan yang bukan kecelakaan, maka sekarang
Indonesia bisa menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.
Oleh
karena itu, sebagai penerus bangsa kita harus memiliki sikap patriotisme yang
tinggi, yang mau belajar dan berusaha, agar kedepannya dapat memajukan bangsa
dan negara sendiri. Kita juga harus memiliki rasa cinta tanah air, sehingga
saat besar nanti kita bisa memajukan negara sendiri, bukan negara lain. Oleh karena
itu, kita harus bisa berjuang keras mulai dari sekarang karena ini adalah
perperangan kita. Seperti ada kalimat “kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan
kita, siapa lagi?”
Jadi,
jangan pernah berkecil hati sebagai anak Indonesia, karena Indonesia adalah
negara yang sungguh menakjubkan titipan Tuihan YME dan para pejuang- pejuang
kita yang terdahulu. Jangan pernah kita bosan terhadap sejarah, karena lewat
sejarahlah kita mengerti perjuangan para pejuang kita dan dari situlah kita
belajar menghargai negara ini. Sehingga kedepannya negara ini dapat lebih
berkembang lagi dibanding sekarang.
Ps: Sekian dulu refleksi saya tentang
sejarah Indonesia, semoga kalian menyukainya. Sampai bertemu lagi di artikel
selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar