Sabtu, 16 Februari 2019

Handphone dan Shalom



Fakta tentang kemajuan teknologi yang sangat pesat di era modern ini tidak bisa disangkali lagi. Teknologi yang berkembang seiring berjalannya waktu, semakin mempermudah proses komunikasi dan pendapatan informasi. Namun sayang, dalam beberapa kasus, kemajuan teknologi ini dapat merusak syalom yang sebelumnya telah kita bangun. Apa maksudnya dari syalom? Kenapa kemajuan teknologi bisa merusak syalom itu? Kedua pertanyaan itu akan dijelaskan oleh penulis melalui essay di bawah ini.
Syalom adalah suatu relasi atau hubungan yang benar antara manusia dan sesama manusia, manusia dan ciptaan lain dan manusia dengan Allah. Hubungan inilah yang dapat membantu setiap individu untuk dapat hidup dengan nyaman, aman dan sejahtera. Jika hubungan ini rusak, maka setiap individu akan hidup di dalam ketidaknyamanan dan ketidak-amanan akibat adanya perselisihan yang biasanya menghasilkan musuh. Oleh karena itu, sebagai makhluk sosial manusia perlu untuk membentuk dan menjaga syalom tersebut dengan baik.
Seperti yang sudah dikatakan di atas, kemajuan teknologi dapat merusak Syalom.  Kemajuan teknologi yang dimaksud oleh penulis dalam essay ini adalah Handphone. Menurut  Psikolog Dr. Deepika Chopra dari University of Derby, Handphone (salah satu bentuk kemajuan teknologi) yang kita gunakan bisa menjadi alat yang dapat menyita waktu kita. Contohnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar, terbuang percuma untuk mengecek status WA, Instagram, ataupun untuk chatingan dan bermain game. Karena tidak belajar, kita tidak bisa mengisi soal ujian dengan baik. akibatnya, kita mendapatkan nilai yang buruk dan dimarahi oleh orang tua. Hal itu sudah pasti dapat merusak syalom kita dengan orang tua.
Tidak hanya itu saja, waktu kumpul keluarga-pun biasanya digunakan sebagai waktu untuk bermain dengan Handphone ataupun alat elektronik lainnya. Hal ini tidak hanya terjadi pada pelajar dan anak- anak tetapi pada orang dewasa juga. Akibatnya, hubungan kekeluargaan (hubungan syalom) kita menjadi sangat rentan dan sangat mudah rusak.
Oleh karena itu, untuk menjaga syalom dan membentuk syalom yang baik dan benar, kita harus bisa mengatur waktu kita. Kapan harus memegang alat elektronik dan kapan harus belajar dan melakukan hal lain yang berguna dan juga hal lain yang dapat membangun syalom yang benar. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penggunaan kata. Sekian dan terima kasih.


Mari Kita Lihat Kembali Sejarah Indonesia!!!

INDONESIAN in HIS STORY Lewat Konferensi Meja Bundar (KMB), Belanda akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia dalam bentuk RIS (Republik...